Les
Privat Mengaji Al Quran di Malang, Surabaya, Semarang, Jogja dan Solo |
Belajar membaca suatu huruf, termasuk huruf Al-Qur’an sebetulnya mudah, asal
tidak malas-malasan dan rajin berlatih. Bagi yang belum bisa membaca huruf di
Al-Qur’an, huruf-huruf tersebut tampak sulit diingat. Itu sama halnya ketika
kita belum bisa membaca huruf latin, melihat huruf latin pun bingung tidak tahu
maksudnya. Namun, ketika kita bisa membaca huruf latin, kita pun dengan mudah
membacanya meski hanya melihatnya sebentar.
Les
Privat Mengaji Al Quran di Malang, Surabaya, Semarang, Jogja dan Solo |
Banyak yang masih belum bisa membaca Al-Quran. Mungkin karena sibuk sehingga
tidak punya waktu untuk belajar membaca Al-Qur’an. Atau semasa kecil disuruh
belajar ngaji ke guru ngaji, TPA, atau madrasah, tapi malah memilih main.
Alhasil, sampai besar masih belum bisa mengaji. Namun, tak ada tua untuk
belajar. Selama masih hidup, masih ada kesempatan untuk belajar baca Quran.
Les
Privat Mengaji Al Quran di Malang, Surabaya, Semarang, Jogja dan Solo |
Ada beberapa dasar dalam belajar membaca
Al-Qur’an, yaitu pengenalan huruf, tanda baca, tajwid, dan latihan.
1. Pengenalan huruf
hijaiyah
Huruf hijaiyah
merupakan huruf Arab yang digunakan dalam Al-Qur’an. Jumlahnya ada 29 huruf.
Semua huruf ini wajib hafal jika mau bisa baca Quran. Ada yang pengucapannya
seperti huruf latin, ada juga yang berbeda, seperti tsa, kha, dzal, dan
sebagainya.
Selain mengenal
bentuk-bentuk huruf hijaiyah secara satu persatu, kita juga harus mengetahui
bagaimana huruf tersebut jika disambung dengan huruf lain, apakah bisa
disambung atau tidak, apakah bisa menyambung atau tidak.
Dalam belajar
pengucapan huruf hijaiyah, kita harus tahu makhraj-nya. Makhraj merupakan
tempat keluarnya huruf.
2. Pengenalan tanda
baca
Tanda baca huruf
hijaiyah disebut harakat. Dulu tidak ada yang namanya tanda baca dan tanda
titik dalam huruf hijaiyah. Dulu Al-Qur’an ditulis tanpa tanda baca, atau yang
disebut huruf gundul. Jika tanpa tanda baca, apakah tidak bingung? Bagi yang
fasih bahasa Arab, ternyata hal ini tidak masalah.
Analoginya begini,
orang Indonesia biasa membaca SMS tanpa huruf vokal, tapi paham apa maksudnya.
Contohnya seperti berikut ini.
“q gk tw km lg dmn”
Anda tahu maksudnya?
Tapi, bagi orang luar yang baru belajar bahasa Indonesia belum tahu bagaimana
cara membacanya.
Berhubung banyaknya
pemeluk Islam yang bukan dari bangsa Arab, dan dikhawatirkan terjadi kesalahan
dalam memahami isi Al-Qur’an, akhirnya dibuatlah tanda-tanda baca yang sampai
sekarang masih berlaku.
3. Tajwid
Selain tanda baca,
tajwid juga perlu dipahami dalam belajar membaca Al-Qur’an. Tajwid merupakan
ilmu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kalau dalam bahasa Inggris,
ibaratnya ini grammar. Nah, ‘grammar’ dalam bahasa Arab ada bermacam-macam. Ada
yang namanya Idzhar, Idgham, dan lain-lain.
4. Latihan
Agar lebih lancar dalam
membaca Al-Qur’an, tentu perlu latihan. Berlatih membaca sampai lancar, hingga
tajwidnya benar.
Jika sudah bisa baca
Al-Qur’an, tentu lebih mudah dalam menghafalkannya. Syukur-syukur juga
dipelajari terjemahannya
Referensi






0 komentar:
Posting Komentar